Seni Membangun Jaringan

Seni Membangun jaringan adalah suatu seni karena tidak ada rumusan pasti tentang cara membangunnya. Membangun jaringan itu hal yang sangat rumit. Tidak sekedar menjalin atau merajut. Jaringan juga bukan sekedar kumpulan daftar nama atau urutan abjad dari relasi kita, teman kita, atau siapapun yang berhubungan dan kita.

Kita bisa mengumpamakan jaringan seperti sebuah taman bunga yang penuh dengan aneka jenis tanaman. Keindahan dan kesuburannya tergantung pada kita sendiri sebagai tukang kebun. Sebagai tukan kebun, kita harus merancang landscape-nya dan menentukan komposisi tanaman di dalamnya. Kemudian, kita juga harus memelihara dan merawat setiap tanaman agar tumbuh subur dan berbuah pada masanya dengan penuh kasih dan kepedulian. Beberapa tanaman mungkin perlu disiram, yang lainnya perlu dipupuk, atau sebagian lain perlu dipangkas atau bahkan dicabut agar tidak merusak tanaman lainnya.

Bila kita tidak merawatnya, taman kita menjadi penuh dengan semak belukar. Taman tidak bisa menghasilkan bunga-bunga indah atau buah-buahan segar. Taman tidak berkembang dan tanaman tidak tumbuh dengan subur. Memang seperti itulah jaringan kehidupan yang kita miliki. Jika kita mengembangkan dan merawatnya, suatu saat kita akan menikmati hasilnya pada kehidupan kita selanjutnya.

Dan dalam membangun, mengembangkan serta merawat suatu jaringan itu diperlukan sarana. Sarana itu bernama komunikasi. Dalam berkomunikasi, ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan, salah satunya adalah pemilihan kata. Jika pemilihan kata yang digunakan keliru, orang yang kita ajak berkomunikasi akan enggan untuk membangun hubungan dengan kita. Ini bukan hanya berlaku dalam ruang lingkup dunia kerja, melainkan seluruh aspek hidup kita.

Selain pemilihan kata, pemilihan intonasi yang tepat juga sangat penting. Meskipun kita mempergunakan kata-kata yang bagus dan menarik, intonasi yang salah akan membuat kata-kata tersebut memiliki arti yang berbeda.

Etika dalam membangun Jaringan

1.Mengenali dengan siapa kita sedang berhubungan, karena dengan sendirinya kata-kata dan intonasi yang kita gunakan akan diselaraskan dengan orang yang kita ajak berkomunikasi tersebut.

2.Cara kita melakukan pendekatan. Kadang kala ada orang-orang yang ingin langsung akrab ketika pertama kali berkenalan sehingga orang yang diajak bergaul merasa risih (pendekatan dirasa berlebihan). Akibatnya, kualitas hubungan yang diharapkan tidak akan terwujud.

3.Ketika kita mengajukan pertanyaan atau lontaran, ajukanlah pertanyaan atau lontaran yang sesuai dengan kualitas hubungan yang sudah terbangun saat itu. Pertanyaan yang bersifat pribadi yang dilontarkan kepada orang yang belum terlalu dekat dengan kita dapat membuat orang yang bersangkutan menarik diri.

4.Belajar menyetujui pendapat orang lain
-Terkadang tidak cukup hanya dengan anggukan kepala, ada beberapa orang yang lebih yakin melanjutkan komunikasi dengan kita ketika ada sebuah ucapan persetujuan yang muncul dari mulut kita.

-Tidak terburu mengawali kalimat dengan mengatakan “tidak setuju” pada orang lain ketika ada yang berbeda pendapat dengan kita, kecuali betul-betul mutlak keliru.

-Menahan diri untuk tidak berdebat. Bagaimanapun berdebat itu menjatuhkan lawan, sedang berdiskusi itu menyeleseikan persoalan.

5.Belajar mendengar
Allah SWT menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut. Hal ini berarti kita di ajari untuk lebih banyak mendengar. Karena itu akan membuka peluang bagi kita untuk menemukan celah dalam berkomunikasi lebih lanjut dengan orang lain.

Aspek lainnya terdiri atas beberapa langkah, seperti:
• Menyapa (dengan senyum, ramah dan tulus) setiap orang yang berada dalam jarak kurang dari 1 meter dengan kita (di bis, kereta api, pesawat udara, atau dalam lift, dan lain-lain)
• Menyebarkan kartu nama ke setiap orang yang baru Anda kenal,
• Hadiri setiap undangan pesta atau pertemuan apa saja (bahkan melayat orang meninggal atau menjenguk orang sakit).
• Berkenalanlah. Hal yang terburuk yang dapat terjadi adalah orang tersebut tidak merespon Anda (dan biasanya ini sangat jarang terjadi). Kalau Anda tulus mengajak berkenalan tanpa bermaksud mencari keuntungan atau seakan memanfaatkan dia, setiap orang akan membalas sapaan tulus yang Anda berikan.
• Prospekting harus dilakukan setiap saat. Kita harus mengulang-ulang proses ini sampai kita mahir dan menjadilan hal tersebut sebagai kebiasaan baru).

Hal-Hal yang perlu kita perhatikan dalam membangun jaringan.

Menurut pengalaman mereka yang sukses, untuk menjadi sukses kita harus bergaul dengan mereka yang sukses. Charles-Albert Poissant dalam bukunya yang berjudul Rahasia Keberhasilan 10 Jutawan Terkemuka Dunia memberikan kesimpulan bahwa untuk menjadi seperti para jutawan terkemuka, kita harus mengembangkan jaringan karena jaringan akan membantu kita menaiki jenjang sukses lebih cepat daripada yang kita bayangkan. Walaupun begitu, kita hendaklah berhati-hati dalam memilih teman, terutama yang ada hubungannya dengan bisnis. Hindarilah orang-orang yang selalu gagal, manipulator (selalu bersiasat dengan manuver yang tidak beres untuk mencari keuntungan sendiri atau menipu), dan orang yang selalu berpikiran picik. Hindarilah mereka yang selalu pesimis dan berpikiran negatif.

Dengan bersekutu dengan orang yang selalu berhasil peluang berhasil kita menjadi jauh lebih besar. Oleh karena itu, kalau kita ingin maju, bergabunglah dengan orang yang berpandangan jauh ke depan (visioner).

Memelihara Jaringan

Pada dasarnya ada dua cara untuk tetap memelihara dan merawat jaringan kita, yaitu cara proaktif dan cara positif-reaktif. Cara proaktif berarti kita secara rutin dan terus menerus memelihara dan berusaha menghubungi jaringan kita secara kreatif. Pada dasarnya menjadi tanggung jawab kita untuk selalu memberi perhatian sehingga jaringan kita menyadari bahwa kita masih menjadi relasinya. Kita harus memiliki daftar atau kalender peristiwa penting bagi jaringan kita, seperti hari ulang tahun, ultah pernikahan, atau ultah anaknya, hari-hari besar seperti hari raya keagamaan, dan sebagainya. Cara paling mudah, cepat, dan cukup akrab adalah dengan menggunakan telepon. Buatlah daftar orang-orang yang perlu kita telepon, misalnya minimal 5 orang per hari. Manfaatkan buku telepon secara kreatif. Bagi orang yang aktif di dunia cyber bisa menggunakan segala fasilitas cyber yang dimilikinya.

Sedangkan cara positif-reaktif berarti kita selalu merespon atau menanggapi secara positif dan melakukan kontak kepada jaringan atas berbagai peristiwa penting atau perubahan situasi yang dialami oleh jaringan kita. Berbagai informasi penting ini dapat kita peroleh melalui jaringan kita yang lain atau dari yang bersangkutan, dari surat kabar, televisi atau radio (jika jaringan kita pejabat, selebriti, atau public figures lainnya). Amati berbagai peristiwa penting dan perubahan yang terjadi dalam komunitas dalam jaringan kita. Tunjukkan perhatian bahwa kita peduli dengan peristiwa yang terjadi dalam jaringan kita. Bahkan kita harus siap membantu dengan tulus dan semampu kita dengan memberikan dukungan moril maupun materiil.

Sebuah jaringan akan selalu memperluas cakrawala dan wawasan kita. Semakin banyak kita berteman, semakin banyak kita membangun jaringan dengan orang lain (dalam kualitas yang lebih baik dari biasanya), kesempatan untuk meraih kesuksesan juga semakin besar. Karenanya, jangan pernah membatasi diri; bukalah hati Anda selebar-lebarnya dan milikilah sahabat sebanyak mungkin. Pastikan Anda menjadi sahabat bagi banyak orang, karena dengan demikian akan ada banyak orang yang menjadi sahabat bagi Anda.

Sumber radiotarbiyah.com

Galeri | Pos ini dipublikasikan di File Bisnis dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s