Keutamaan Ratib Al-Haddad 2

Di antaranya lagi, apa yang diberitakan oleh Sayyid Ali bin Hassan, penduduk Mirbath, katanya: “Sekali peristiwa aku tertidur sebelum aku membaca Ratib, aku lalu bermimpi datang kepadaku seorang Malaikat mengatakan kepadaku: “Setiap malam kami para Malaikat berkhidmat buatmu begini dan begitu dari bermacam-macam kebaikan, tetapi pada malam ini kami tidak membuat apa-apa pun kerana engkau tidak membaca Ratib. Aku terus terjaga dari tidur lalu membaca Ratib Haddad itu dengan serta-merta.

Setengah kaum Sayyid bercerita tentang pengalamannya: “Jika aku tertidur ketika aku membaca Ratib sebelum aku menghabiskan bacaannya, aku bermimpi melihat berbagai-bagai hal yang menggerunkan, tetapi jika sudah menghabiskan bacaannya, tiada pula bermimpi apa-apa pun.”

Di antara yang diberitakan lagi, bahawa seorang pecinta kaum Sayyid, Muhammad bin Ibrahim bin Muhammad Mughairiban yang tinggal di negeri Shai’ar, dia bercerita: “Dari adat kebiasaan Sidi Habib Zainul Abidin bin Ali bin Sidi Abdullah Haddad yang selalu aku berkhidmat kepadanya tidak pernah sekalipun meninggalkan bacaan Ratib ini. Tiba-tiba suatu malam kami tertidur pada awal waktu Isya, kami tiada membaca Ratib dan tiada bersembahyang Isya, semua orang termasuk Sidi Habib Zainul Abidin. Kami tiada sedarkan diri melainkan di waktu pagi, di mana kami dapati sebahagian rumah kami terbakar.

Kini tahulah kami bahawa semua itu berlaku kerana tiada membaca Ratib ini. Sebab itu kemudiannya kami tidak pernah meninggalkan bacaannya lagi, dan apabila sudah membacanya kami merasa tenteram, tiada sesuatupun yang akan membahayakan kami, dan kami tiada bimbang lagi terhadap rumah kami, meskipun ia terbuat dari dedaunan korma, dan bila kami tiada membacanya, hati kami tidak tenteram dan selalu kebimbangan.”

Saya rasa cukup dengan beberapa cerita yang saya sampaikan di sini mengenai kelebihan Ratib ini dan anda sendiri dapat meneliti bicara yang saya catatkan di sini, sehingga Sidi Habib Muhammad bin Zain bin Semait sendiri pernah mengatakan dalam bukunya Ghayatul Qasd Wal Murad, bahawa roh Saiyidina penyusun Ratib ini akan hadir apabila dibaca Ratib ini, dan di sana ada lagi rahasia-rahasia kebatinan yang lain yang dapat dicapai ketika membacanya dan ini adalah mujarab dan benar-benar mujarab, tiada perlu diragukan lagi.

Berkata Habib Alwi bin Ahmad, penulis Syarah Ratib Al-Haddad: “Siapa yang melarang orang membaca Ratib ini dan juga wirid-wirid para salihin, nescaya dia akan ditimpa bencana yang berat daripada Allah Ta’ala, dan hal ini pernah berlaku dan bukan omong-omong kosong .”

Berkata Sidi Habib Muhammad bin Zain bin Semait Ba’alawi di dalam kitabnya Ghayatul Qasd Wal Murad: Telah berkata Saiyidina Habib Abdullah Haddad: “Sesiapa yang menentang atau membangkang orang yang membaca Ratib kami ini sama ada secara terang-terangan atau disembunyikan pembangkangannya itu akan mendapat bencana seperti yang ditimpa ke atas orang-orang yang membelakangi zikir dan wirid atau yang lalai hati mereka dari berzikir kepada Allah Ta’ala .

Allah Ta’ala berfirman:
Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingatiKu, maka baginya akan ditakdirkan hidup yang sempit .” ( Thaha: 124 )

Allah berfirman lagi: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingati Tuhan Pemurah, Kami balakan baginya syaitan yang diambilnya menjadi teman. ” ( Az-Zukhruf: 36 )

Allah berfirman lagi: “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingai Tuhannya, Kami akan melorongkannya kepada seksa yang menyesakkan nafas. ” ( Al-Jin: 17).

Ratib Al- Haddad dan Husnul Khatimah

Diantara berkat Ratib Al-Haddad ialah siapa yang senatiasa membaca Ratib Al-Haddad, insya’ Allah, ia akan dikaruniai Husnul–Khatimah. Syaikh ‘Abdullah bin Muhammad Syarah bil Al-Asyram dalam tulisannya mengenai manaqib (Kisah kebajikan orang-oarang yang telah wafat) Sayyid ‘Abdullah Al-Haddad, pada pembicaraannya tentang Ratib Al-Haddad mengatakan “Aku mendengar bahwa penyusun ratib (Sayyid ’Abdullah Al-Haddad) pernah berkata, “Barangsiapa yang membiasakan diri membaca ratib ini (Ratib Al-Haddad) ia akan dikaruniai Husnul-Khatimah .”

As-Sayid Ahmad bin Zain Al Habsyiy ‘Alawiy di dalam Syarhul Washiyyah, setelah mengetengahkan soal Ratib Al-Haddad ia berkata sebagai berikut, “Aku pernah mendengar, bahwa para ahlush-shalah (orang-orang saleh) mengatakan bahwasanya Sayyid ‘Abdullah Al-Haddad pernah berkata, “Barangsiapa membaca ratib ini, khususnya al-Jalalah (yakni lafadzul-jalalah, yaitu lafal Allah) dengan tertib dan khusyuk (khudhu’) disertai keyakinan dan niat yang sungguh-sungguh, dan melengkapkan ucapan lafal tersebut seribu kali, niscaya akan tampak olehnya suatu cahaya dan futuh (Peristilahan khas kaum sufi, yang berarti terbukanya hijab yang menutupi mata hati manusia dari Allah, Tuhannya)

Sayyid Ahmad bin Zain Al-Habsyiy ‘Alawi lebih jauh mengatakan, “Saudaraku pernah mengamalkan hal itu, kemudian tampak olehnya secercah cahaya dari Allah SWT.”

Apa lagi yang hendak diterangkan mengenai Ratib ini untuk mendorong anda supaya melazimkan diri mengamalkan bacaannya setiap hari, sekurang-kurangnya sehari setiap malam, mudah-mudahan anda akan terbuka hati untuk melakukannya dan mendapat faedah daripada amalan ini.

sumber: syarah rotibul haddad

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Religi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s