Arjuna Mencari Cinta

Dalam Catatan Pinggir-nya, Gunawan Mohammad pernah mengangkat kisah Pandawa Lima belajar memanah. Pendeta Durna, sang guru memanah itu, bertanya kepada kelima muridnya tentang apa yang dilihatnya di atas pohon. Empat dari lima murid sang pendita itu secara bergantian menjawab bahwa mereka melihat seekor burung. Dan ketika pertanyaan itu disampaikan kepada Arjuna, ksatria rupawan itu menjawab, “Hamba melihat leher seekor burung”.

Ya, Arjuna memang dikenal sebagai seorang yang terampil memanah. Dalam urusan membidik ia memang lebih jago daripada keempat saudaranya. Saat melihat sasaran, ia sangat fokus mengerahkan perhatiannya pada bagian tubuh yang paling bisa mematikan mangsa yang sedang dibidiknya.

Dalam urusan cintanya pun Arjuna memang paling cermat dalam membidik sasaran asmaranya. Makanya, selain bisa bersanding dengan Srikandi, ia pun bisa mempersunting Sembadra. Putri cantik Prabu Basudewa, Raja di Kerajaan Surasena, itu bersedia dijadikan istri keempat Arjuna.

Di mana letak kelebihan Arjuna? Saya katakan sekali lagi bahwa Arjuna sangat jeli dalam urusan menyentuh hati kaum perempuan. Ibarat dalam permainan layang-layang, ia sangat memahami situasi sehingga mengetahui betul kapan harus menarik dan kapan mengulur benang. Arjuna tahu pasti dari sisi mana kaum perempuan harus dibidik. Dan setelah mengetahui sisi tersebut, ia akan fokus menetapkan perhatiannya pada bagian tersebut.

Nah, jika kamu saat ini sedang naksir seseorang, cobalah belajar secara intensif taktik cinta yang dilakukan Arjuna. Jangan berpaling ke lain hati dulu manakala sasaranmu belum menampakkan hasil sesuai harapanmu. Lihatlah dengan saksama, dari sebelah mana ia harus didekati. Apakah dari sebelah utara, selatan, barat, ataukah dari sisi timur? Apa yang menjadi hobi atau kegemarannya? Bacaan favoritnya apa?

Setelah mengetahui beberapa kemungkinan untuk bisa mendekatinya, maka susunlah daftar prioritas. Hal-hal yang kemudian tidak masuk ke dalam daftar prioritas, kamu singkirkan satu per satu. Demikian hal itu dilakukan secara berkesinambungan, sampai akhirnya, kamu menetapkan hanya satu sisi prioritas dalam mendekati dirinya.

Fokus dan terus fokuslah pada bagian yang telah menjadi prioritas tersebut. Misalnya, selama ini tak pernah ada yang peduli terhadap sakit migrain yang dideritanya. Cobalah kamu fokuskan perhatianmu pada proses penyembuhan sakitnya tersebut. Bawakan obat penawar atau tawarkan jasamu untuk mengantar dirinya ke rumah sakit.

Ibarat seorang pemanah, kamu memang tidak memiliki busur dan anak panah yang baik. Tidak perlu berkecil hati dikarenakan hal itu. Kamu pasti akan berhasil menembak sasaran manakala terus berlatih dan melatih kepekaanmu dalam membidik.

Ikhtiar tersebut merupakan cara paling jitu untuk bisa menyentuh hatinya. Segera tetapkan sasaranmu sekarang juga. Lalu, fokuskan perhatianmu terhadap sasaran itu.

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Tips dan Motivasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s