Mantera Man Jadda Wajada

Kehidupan pesantren yang sangat mengedepankan kemandirian, tentunya telah menjadikan para santrinya bisa lebih mendiri alias tidak banyak bergantung kepada yang lain. Pengetahuan agama yang dipelajari secara paralel dengan pengetahuan umum, kelak menjadi bekal sangat berguna bagi para lulusan pondok. Para alumni akan lebih jembar dari sisi pengetahuan agama plus pengetahuan umumnya.

Kaum Adam, tentu sangat berharap agar kelak bisa menguasai keutamaan pengetahuan di atas. Siapa sih yang tidak berharap mendapatkan pendamping yang paripurna: pribadi mandiri yang luas jangkauan pengetahuan agama dan pengetahuan umumnya.

Kita semua mafhum bahwa orang pertama yang mendidik kita adalah ibu kita sendiri. Oleh karena itu, ada pemeo yang mengatakan bahwa kekuatan sebuah negara bersumber dari kekuatan kaum wanitanya. Ya, kaum wanita adalah tiang negara. Merekalah yang pertama kali meletakkan pondasi dasar mental spiritual anak-anaknya.

Berkaitan dengan hal itu, kalian yang masih menyandang status jomblo dan hampir patah arang karena belum beroleh jodoh, mengapa tidak mencoba untuk mencari jodoh ke pesantren saja. Bukankah di sana ada puluhan, bahkan ratusan perempuan yang sudah mengenyam pendidikan secara paripurna.

Ya, kamu tinggal menemui kiyainya, lalu sampaikan maksud baikmu untuk mempersunting salah satu santriwatinya. Insya Allah, niat baikmu akan gayung bersambut. Dan setelah ada kecocokan, jangan menunggu lebih lama lagi, segeralah ajukan pinangan dan diikuti ijab kabul di depan penghulu.

Pikirmu: “Ah, kan tidak semudah itu. Tidak segampang membalikkan tangan. “
Betul, memang tidak semudah membalikkan tangan tapi yakini olehmu bahwa itu semua tidak sesulit merencanakan perjalanan ke bulan. Pasti kamu bisa selama ada kemauan dan cita-cita untuk menuju itu.

Dalam urusan jodoh pun saya rasa demikian. Hanya orang-orang yang bersungguh-sungguhlah yang akan mencapai jodohnya. Tetesan air yang lembut akan mampu melubangi sebongkah batu yang amat keras. Kuncinya adalah ketekunan dan sikap konsisten atau istiqamah.

Tak ada hubungan terlalu erat antara paras elok seseorang dengan pencapaian jodohnya. Saya berani mengatakan seperti itu karena telah banyak menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana seseorang yang memiliki kelemahan secara fisik tapi beroleh jodoh yang cantik.

Coba bacalah kembali kisah Nick Vujicic yang secara fisik bisa dikatakan lemah namun dia tidak menyerah dengan kelemahannya itu. Kekuatannya untuk bangkit dari rasa rendah diri telah menginspirasi jutaan manusia di seluruh pelosok dunia. Kelemahannya justru berbalik arah menjadi sebuah kekuatan yang mahadahsyat. Ia pantang rendah diri. Berbekal kesungguhan dan rasa percaya diri dilamarlah kekasihnya, Kanae. Hingga hari ini, kekasih pujaannya itu menjadi pendamping setianya.

Kamu mungkin hanya sebilah pedang yang tumpul dan berkarat. Dilihat sepintas lalu kamu tak ada artinya apa-apa. Tapi ingatlah, jika pedang yang tumpul tadi berkali-kali menebas, batang kayu yang keras sekalipun akan putus dibuatnya. Itulah makna sebenarnya dari mantera Man Jadda Wajada.

Galeri | Pos ini dipublikasikan di Lain-Lain dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s